nisa tells it like it is

mind of hers

ku capai titik itu,

kucapai tempat itu,

lelah otak ku berfikir

berfikir hal yang sama terus..

lelah hatiku ini akhirnya,

marasakan hal yang sama terus..


kucapai titik itu,

kucapai tempat itu,

tak bisa lagi badan ini menerima

aku sedih pelangiku tak ada

atau ia ada, namun hatinya tidak..

membuat suasana menjadi dingin

sedingin mata pelangiku yang terdiam


lalu pelangiku datang lagi,

dengan sejuta rencana manis dan tawa yang tulus

hingga kupendam dalam-dalam rasa dan pemikiran yang kemarin

suara pelangiku seolah memaksa lirihku pergi

begitu terus..


kucapai titik itu,

kucapai tempat itu,

tempat yang lebih enak

enak buat hati dan otak ku

tempat yang enak untuk lirihku

tanpa ada lagi yang memaksanya pergi..


tempat itu sunyi dan agak gelap, namun hangat..

sehangat mata pelangiku disaat ia mencoba membuatku merasa lebih baik

orang-orang paling baik di dunia ini ada di sana, di tempat itu..

mereka menyambutku senang

namun tempat itu memaksaku untuk menyadari,

menyadari hal yang tak mau kusadari,


bahwa cinta ini tak sama lagi

namun aku tak mau..

aku sedih pelangiku tak ada

Advertisements

October 30, 2008 Posted by | Uncategorized | 4 Comments